Generasi X, Generasi Y, dan Generasi Z
Hari ini
tentang generasi x, y dan z
Artikel ini
adalah tugas ku, mata kuliah modifikasi perilaku..
Semoga
bermanfaat
Oiyah, buat
kalian yang belum tau apa itu modifikasi perilaku, ini penjelasannya
Modifikasi
Perilaku adalah tindakan yang bertujuan untuk mengubah
perilaku, atau upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip proses belajar maupun
prinsip psikologi hasil eksperimen (Bootzin).1. Generasi X (lahir tahun 1965-1980)
Tahun-tahun ketika generasi ini lahir
merupakan awal dari penggunaan PC (personal computer), video games, tv kabel,
dan internet. Penyimpanan data nya pun menggunakan floopy disk atau disket. MTV
dan video games sangat digemari masa ini. Menurut hasil penelitian yang
dilakukan oleh Jane Deverson, sebagian dari generasi ini memiliki tingkah laku
negatif seperti tidak hormat pada orang tua, mulai mengenal musik punk, dan
mencoba menggunakan ganja.
Memiliki karakter yang mampu beradaptasi, mampu
menerima perubahan dengan baik dan disebut sebagai generasi yang tangguh,
memiliki karakter mandiri dan loyal (setia) dan tipe pekerja keras.
![]() |
2. Generasi Y (lahir tahun 1981-1994)
Dikenal dengan sebutan generasi
millenial atau milenium. Ungkapan generasi Y mulai dipakai pada editorial koran
besar Amerika Serikat pada Agustus 1993. Generasi ini banyak menggunakan
teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instan messaging dan media
sosial seperti facebook dan twitter. Mereka juga suka main game online.
Memiliki karakteristik pola komunikasi yang
terbuka, pemakai media sosial yang fanatik dan kehidupannya sangat terpengaruh
dengan perkembangan teknologi, lebih terbuka dengan pandangan politik dan
ekonomi, sehingga mereka terlihat sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan
yang terjadi di sekelilingnya, serta memiliki perhatian yang lebih terhadap
kekayaan.
3. Generasi Z (lahir
tahun 1995-2010)
Disebut juga iGeneration, generasi net
atau generasi internet. Mereka memiliki kesamaan dengan generasi Y, tapi mereka
mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet
menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik menggunakan
headset. Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya.
Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.
Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.
A. Fasih Teknologi.
Mereka adalah “generasi digital” yang mahir dan gandrung akan teknologi informasi dan berbagai aplikasi komputer. Mereka dapat mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan secara mudah dan cepat, baik untuk kepentingan pendidikan maupun kepentingan hidup kesehariannya.
B. Sosial.
Mereka sangat intens berkomunikasi dan berinteraksi dengan semua kalangan, khususnya dengan teman sebaya melalui berbagai situs jejaring, seperti: FaceBook, twitter, atau melalui SMS. Melalui media ini, mereka bisa mengekspresikan apa yang dirasakan dan dipikirkannya secara spontan. Mereka juga cenderung toleran dengan perbedaan kultur dan sangat peduli dengan lingkungan.
C. Multitasking.
Mereka terbiasa dengan berbagai aktivitas dalam satu waktu yang bersamaan. Mereka bisa membaca, berbicara, menonton, atau mendengarkan musik dalam waktu yang bersamaan. Mereka menginginkan segala sesuatunya dapat dilakukan dan berjalan serba cepat. Mereka tidak menginginkan hal-hal yang bertele-tele dan berbelit-belit.
D. Cenderung berkurang dalam komunikasi secara verbal, cenderung bersikap egosentris dan individualis, cenderung menginginkan hasil yang serba cepat, serba-instan, dan serba-mudah, tidak sabaran, dan tidak menghargai proses
Mereka adalah “generasi digital” yang mahir dan gandrung akan teknologi informasi dan berbagai aplikasi komputer. Mereka dapat mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan secara mudah dan cepat, baik untuk kepentingan pendidikan maupun kepentingan hidup kesehariannya.
B. Sosial.
Mereka sangat intens berkomunikasi dan berinteraksi dengan semua kalangan, khususnya dengan teman sebaya melalui berbagai situs jejaring, seperti: FaceBook, twitter, atau melalui SMS. Melalui media ini, mereka bisa mengekspresikan apa yang dirasakan dan dipikirkannya secara spontan. Mereka juga cenderung toleran dengan perbedaan kultur dan sangat peduli dengan lingkungan.
C. Multitasking.
Mereka terbiasa dengan berbagai aktivitas dalam satu waktu yang bersamaan. Mereka bisa membaca, berbicara, menonton, atau mendengarkan musik dalam waktu yang bersamaan. Mereka menginginkan segala sesuatunya dapat dilakukan dan berjalan serba cepat. Mereka tidak menginginkan hal-hal yang bertele-tele dan berbelit-belit.
D. Cenderung berkurang dalam komunikasi secara verbal, cenderung bersikap egosentris dan individualis, cenderung menginginkan hasil yang serba cepat, serba-instan, dan serba-mudah, tidak sabaran, dan tidak menghargai proses
sumber



Komentar
Posting Komentar