Langsung ke konten utama

Knowledge is Dead, Focus on passion-based Learning

Knowledge is Dead, Focus on passion-based Learning



Orang sering kali dengan cepat memberi cap pada seseorang dengan ukuran kemampuan seperti bodoh atau cerdas atas nama kualitas  pendidikan. Padahal hal tersebut belum sepenuhnya benar, buktinya ada banyak ilmuan hebat yang dianggap tidak berkemampuan saat berada di bangku sekolah seperti Isaac Newton, Albert Einstein dan Thomas Alfa Edison. Sebenarnya ada sebagian orang yang mungkin prestasinya kurang memuaskan di bidang pendidikan (bangku sekolah) namun mereka unggul bahkan menjadi yang terbaik di bidang lain, seperti menjadi pemain film, penyanyi atau pencipta lagu.

Tetapi begitulah cara pandang sebagian besar orang, mereka hanya memandang sebelah mata atau bahkan tidak memerdulikan kemampuan lain orang tersebut dan terus saja mengukur tingkat kemampuan berdasarkan kualitas pendidikannya saja. Padahal menurut penelitian, sekarang ini pengukuran tingkat IQ saja belum memastikan. Walaupun bukti pengukuran tingkat IQ menunjukan bahwa ia memiliki IQ diatas rata-rata, namun jika kemampuannya dalam berinteraksi, dalam bernyanyi dan bersosialisasi rendah maka ia akan belum bisa di katakan cerdas. Jadi, setidaknya ada balace diantara hal-hal tersebut.

Perbadingan- perbadingan kemampuan tersebut terjadi setiap saat dan paling sering di lingkungan pendidikan.
Cara mengatasinya:
Sekolah seharusnya sudah harus mengedepankan eksplorasi passion (kebiasaan, penguatan,dan kemampuan) sebagai titik awal belajar bukan pemaksaan untuk menghafal dan berkompetisi dalam kemampuan kemudian membedakan/membandingkan kemampuan anak didik.
Orang-orang sudah seharusnya berpikir cerdas dengan tidak secepatnya mengukur kemampuan seseorang berdasarkan kualitas pendidikan. Karena, walaupun ia cerdas tetapi anti sosial maka sudah pasti ia akan sulit berinteraksi, kurang peka, dan sulit menjelaskan pendapatnya pada orang lain karena ia kaku.





Sumber: (Rene Suhardon) .Kompas.30 Mei 2015. Halaman 35

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Prokrastinasi?

Hai kawan-kawan, apakabar? Semoga sehat selalu ya :) Hari ini saya mau membahas tentang prokrastinasi, apa itu prokrastinasi?

BUKAN PILIHANKU (MENCINTAI YANG DIJALANI)

BUKAN PILIHANKU ( MENCINTAI YANG DIJALANI ) Melinda Rahail Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta Ok-kali ini yang akan saya bahas bukan mengenai perjodohan, tetapi mengenai kuliah dan pekerjaan yang sedang (atau akan) dijalani. Ada yang memilih untuk kuliah atau bekerja sesuai dengan keinginannya sendiri, namun ada yang mengikuti saran orang tuanya. Entah karena bersikap patuh pada orang tua atau karena belum menentukan pilihannya sendiri. Atau bisa juga anda memilih untuk kuliah atau bekerja sesuai dengan yang saudaranya (sepupu). Sebenarnya, lebih menyenangkan kalau kita menjalani sesuatu yang kita minati. Lebih terasa nyaman, adem, dan dalam kondisi apapun kita akan tetap bersemangat mengikuti kuliah atau bekerja walaupun teman kuliah atau kantor bersikap tidak menyenangkan (seperti suka sindir). Tapi, masalahnya adalah kalau kita belum menentukan atau masih ragu dengan berbagai pilihan. Atau kita masih belum menemukan keunggulan sebenarnya...

Generasi X, Generasi Y, dan Generasi Z

Generasi X, Generasi Y, dan Generasi Z   https://www.youthmanual.com/assets/file_uploaded/blog/1501392971-generasi.png Hai bai ( http://melindarahail.blogspot.co.id/2018/01/bai.html ).. Hari ini tentang generasi x, y dan z Artikel ini adalah tugas ku, mata kuliah modifikasi perilaku.. Semoga bermanfaat Oiyah, buat kalian yang belum tau apa itu modifikasi perilaku, ini penjelasannya Modifikasi Perilaku   adalah tindakan yang bertujuan untuk mengubah perilaku, atau upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip proses belajar maupun prinsip psikologi hasil eksperimen (Bootzin).